Latest entries

Rabu, 29 Februari 2012

PB Forki menilai GOR Tribuana tak layak jadi tempat pertandingan karate ISG 2013. Untuk menjadikannya layak, sudah disediakan Rp 8,5 miliar merenovasinya.

Riauterkini-JAKARTA-Federasi Karate Indonesia (Forki) menilai, fasilitas GOR Tribuana Pekanbaru yang akan menjadi tempat pertandingan cabang olahraga (cabor) Karate dalam Islamic Solidarity Games (ISG) pada 2013 di Riau tidak layak digunakan sebagai tempat pertandingan internasional. Forki berharap agar pertandingan cabor Karate dipindahkan dari GOR Tribuana ke GOR Young Center, yang menjadi tempat cabor Bulu Tangkis.

"Dari 57 negara yang ikut ISG, 40 negara diantaranya akan ikut hadir menghadirkan tim Karatenya, dimana terdapat tiga negara kelas dunia, yakni Turki, Azerbaijan dan Iran. Jadi pertandingan Karate di Riau kelas dunia, sementara sarana Karate di GOR Tribuana sangat tidak layak untuk pertandingan kelas internasional," kata Djafar E D, Pengurus PB Forki di sela-sela Rapat Anggota Tahunan 2012 Komite Olahraga Indonesia (KOI) di Jakarta, Senin (27/2/12).

Menurut Djafar, jika Karate tetap dipertandingkan sebagai salah satu dari 17 cabor yang dipertandingkan dalam ISG di Riau, harus memindahkan pelaksanaan pertandingannya ke GOR Young Center, yang akan menjadi tempat pertandingan Bulu Tangkis, padahal Bulu Tangkis baru cabor yang diusulkan Indonesia dari 17 cabor yang sudah ada.

"GOR Tribuana tidak tidak layak, kita minta untuk Karate ditempatkan di Young Center, Gedung Remaja yang akan dijadikan tempat pertandingan Bulu Tangkis, kalau memang Karate mau dipertandingkan," katanya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Riau Rusli Zainal mengatakan, venus (GOR) Karate tengah dilakukan renovasi dan telah dianggarkan biaya Rp 8,5 miliar dengan tetap mempertandingkan 17 cabor, salah satunya cabor Karate. "Untuk venus Karate sedang di renovasi, khusus Tribuana kita anggarkan Rp 8,5 miliar untuk biaya renovasi," kata Gubri.

Sementara itu, Nurhali dari PB Sepak Trakraw Indonesia juga mempersoalkan cabor Sepak Takraw bukan sebagai salah satu cabor yang dipertandingkan, melainkan hanya pertandingan exibisi saja. "Sepak Takraw jadi kebanggan Riau, tetapi kenapa Riau sebagai tuan rumah hanya sebagai ajang exibisi, sementara kita berhasil menyelenggarakan kejuaraan Sepak Takraw di Palembang sukses," kata Nurhali.

Nurhali meminta agar Gubernur Riau dan KOI memberikan jalan kepada Sepak Takraw sebagai salah satu cabor yang dipertandingkan. "Kalau Sepak Takraw berhasil, Riau juga yang akan bangga. Jadi mohon dibukakan jalan bagi Sepak Takraw," katanya.

Sedangkan Tafsil Ramsal, pengurus PB Ikatan Pencak Silat Indonesia juga mempertanyakan, kenapa cabor Pencak Silat tidak dipertandingkan dalam ISG, padahal sebagai olahgara dan budaya kebanggaan Indonesia. Saat ini, kata Tafsil, Pencak Silat sudah mendunia dari Asia hingga ke Afrika dan belahan dunia lainnya sehingga layak untuk menjadi salah satu cabor yang dipertandingkan.

"Bahkan Pencak Silat diindentikkan dengan olahraganya negara-negara ISG, dan ini bisa menjadi kesempatan Indonesia untuk mendulang emas. Kita berharap dapat dipertandingkan di ISG," kata Tafsil.

Terkait hal ini, Ketua Umum KOI Rita Subowo mengatakan, untuk Sepak Takraw sulit untuk dipertandingkan di ISG karena aturannya seperti, tetapi kalau cabor Bulu Tangkis bisa terbuka peluang untuk dipertandingkan di ISG. "Kalau Sepak Takraw sudah masuk exibisi, tentu nanti akan dipertandingkan juga. Untuk Pencak Silat dan Bulu Tangkis, sudah kita lobi dan akan menjadi cabor tambahan unggulan yang akan dipertandingkan," kata Rita Subowo.


Sumber: riauterkini.com